Pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil (balita) di mana anak belajar dari lingkungannya. Dalam proses pemelajaran itu secara perlahan tapi pasti konsep diri anak mulai terbentuk. Namun, masa kristis pembentukan konsep diri justru terjadi saat anak masuk sekolah dasar. Seorang pakar pendidikan termuka di Amerika menyatakan bahwa lima tahun pertama anak bersekolah di Sekolah Dasar (SD) adalah masa yang paling menentukan sehubungan dengan pembentukan konsep diri pada anak itu sendiri.
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Bagaimana proses pembentukan konsep pada diri sendiri? PART 3
Apabila konsep diri diibaratkan sebuah meja, seberapa kokoh meja tersebut dipengaruhi oleh kekuatan kaki-kaki meja yang mendukungnya. Kaki-kaki penopang meja sebenarnya adalah setiap pengalaman, baik positif maupun negatif, yang dialami seseorang. Ada tiga faktor yang memengaruhi kekuatan kaki meja pendukung meja konsep diri, yaitu:
1. Orang-orang yang memasang kaki meja. Mereka yang berpengaruh dan dipandang oleh anak sebagai figur dan panutan yang memiliki otoritas, yaitu orang tua dan guru.
2. Tingkat intensitas emosi saat kaki meja (pengalaman) dipasang.
3. Pengulangan. Semakin sering diulangi, kaki-kaki meja akan terpasang pada tempatnya dan semakin kuat.
Sifat konsep diri adalah:
1. Diperoleh melalui proses pemelajaran, bukan faktor keturunan.
2. Diperkuat melalui pengalaman hidup yang dialami setiap hari.
3. Dapat berubah secara drastis
4. Memengaruhi semua proses berpikir dan perilaku.
5. Memengaruhi proses pemelajaran dan prestasi.
6. Dapat di bangun dan dikembangkan dengan mengganti sistem kepercayaan yang merugikan dan mengganti self - talk yang negatif ke yang positif.
Setiap orang bisa merubah dirinya untuk memiliki konsep sendiri yang ia inginkan. Seseorang bisa menjadi buruk maupun baik tergantung dari dirinya mau membentuk bagaimana. Bahkan sejak kecil sudah diajarkan hal yang baik dari orang tua ke anak.
1. Orang-orang yang memasang kaki meja. Mereka yang berpengaruh dan dipandang oleh anak sebagai figur dan panutan yang memiliki otoritas, yaitu orang tua dan guru.
2. Tingkat intensitas emosi saat kaki meja (pengalaman) dipasang.
3. Pengulangan. Semakin sering diulangi, kaki-kaki meja akan terpasang pada tempatnya dan semakin kuat.
Sifat konsep diri adalah:
1. Diperoleh melalui proses pemelajaran, bukan faktor keturunan.
2. Diperkuat melalui pengalaman hidup yang dialami setiap hari.
3. Dapat berubah secara drastis
4. Memengaruhi semua proses berpikir dan perilaku.
5. Memengaruhi proses pemelajaran dan prestasi.
6. Dapat di bangun dan dikembangkan dengan mengganti sistem kepercayaan yang merugikan dan mengganti self - talk yang negatif ke yang positif.
Setiap orang bisa merubah dirinya untuk memiliki konsep sendiri yang ia inginkan. Seseorang bisa menjadi buruk maupun baik tergantung dari dirinya mau membentuk bagaimana. Bahkan sejak kecil sudah diajarkan hal yang baik dari orang tua ke anak.
Apakah Konsep diri itu? / Apakah konsep dari Anda sendiri itu apa? PART 2
Konsep diri adalah persepsi atau pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri, yang terbentuk melalui pengalaman hidup dan interaksinya dengan lingkungan dan juga karena pengaruh dari orang-orang yang dianggap penting atau dijadikan panutan. Konsep diri merupakan fondasi yang sangat penting untuk keberhasilan. Bukan hanya keberhasilan di bidang akademis, melainkan, yang lebih penting, adalah keberhasilan hidup. Orang yang memiliki konsep diri akan sangat sulit berhasil. Mereka hanya akan menjalani hidup sebagai manusia rata-rata.
Dimana hidup dari diri sendiri yang bisa merubah menjadi yang lebih baik maupun menjadi lebih buruk bisa terjadi jika seseorang ingin melakukan tindakan atau perubahan dalam hidupnya. Akan terus menjadi lebih baik jika memiliki prinsip yang teguh dan baik.
Dimana hidup dari diri sendiri yang bisa merubah menjadi yang lebih baik maupun menjadi lebih buruk bisa terjadi jika seseorang ingin melakukan tindakan atau perubahan dalam hidupnya. Akan terus menjadi lebih baik jika memiliki prinsip yang teguh dan baik.
Apakah IQ anak bisa ditingkatkan? PART 1
Banyak sekali pertanyaan yang sering disampaikan ke beberapa orang umum bahkan di sebuah perkumpulan para orang tua mulai di seminar , maupun acara talk show bahkan melalui telpon sekalipun. Sebagian pengamat akan sering mendapatkan banyak pertanyaan dari para orang tua mengenai tentang pendidikan anak yang sering di lontarkan kepada pengamat.
Dari semua pertanyaan tersebut akan di rangkum dan di bahas di artikel ini mengenai anak dalam pendidikan dan kepedulian para orang tua terhadap anak yang serius ini. Sering kali terjadi kesalahan paham dalam menyingkapi pendidikan itu tujuan bagaimana dan informasi yang di dapat mengenai pendidikan terhadap anak masih sangat kurang. Orang tua sering mempertanyakan kepada ahli-ahli anak untuk mendapatkan informasi yang valid mengenai perkembangan anaknya.
Beberapa pertanyaan tersebut akan di kupas secara dalam mengenai pendidikan anak bagi orang tua disini.
Terima kasih.
Langganan:
Komentar (Atom)
